INSECURE.
by tulisanelis.
#bagikisah
-----*-----
Perihal insecure ya? Hmm...
Menurut kalian, insecure itu wajar nggak sih? Kalau menurut kalian wajar, kira-kira apa alasannya? Kalau menurut kalian tidak wajar, kira-kira apa alasannya? Coba comment ya! (pendapat masing-masing aja).
Kalau menurut aku, insecure itu hal yang wajar (manusiawi) kok. Kenapa? Karena pada dasarnya, untuk merasa insecure itu ya masih bisa dikatakan wajar-wajar aja, yang tidak wajar itu bukan insecure-nya tapi yang berlebihannya. Aku boleh insecure, kamu boleh insecure, kalian boleh insecure, kita semua boleh kok insecure, tapi jangan sampai berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan itu hal yang tidak baik bukan?
Mungkin ada orang yang bilang kita tidak boleh insecure. Tapi pada kenyataannya, banyak orang yang masih suka insecure (salah satunya aku). Mungkin awal dari merasa insecure itu berasal dari orang lain, kita terlalu banyak memperhatikan orang lain daripada memperhatikan diri kita sendiri, benar nggak sih? Kita terlalu sibuk memperhatikan kelebihan-kelebihan yang orang lain miliki, tapi kita nggak pernah memperhatikan kelebihan-kelebihan yang ada di diri kita. Kita terlalu sibuk dengan kebaikan-kebaikan orang lain, tapi kita nggak pernah memulainya dari diri kita sendiri. Padahal banyak lho, kelebihan yang kita miliki, hanya saja kita tidak menyadarinya.
Dulu, aku merasakan insecure yang sangat parah, kacau, bahkan mungkin jika saja aku terlambat menyadarinya, diriku itu sudah hancur. Tapi sekarang, aku sudah jauh lebih baik lagi. Aku selalu berdoa kepada Tuhan untuk menguatkan aku, membimbing aku, melindungi aku, dan ya, sekarang aku sudah jauh merasa lebih baik. Aku lebih produktif, aku bisa mengeluarkan hal-hal baik dari diri aku sendiri, aku bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik, aku jadi bisa melakukan banyak hal-hal yang positif, dan yang paling penting adalah aku jadi lebih merasa percaya diri (walaupun nggak sepercaya diri itu juga sih, tapi setidaknya ada perubahan dari diri aku yang dulu).
Bagaimana caranya agar kita bisa melawan rasa insecure itu dan bisa jauh lebih percaya diri?
Pertanyaan yang simple yang seharusnya ada jawaban yang simple juga, bukan? Jawaban simple-ku adalah bersyukur. Yap, benar banget. Kenapa bersyukur? Menurut aku, dengan bersyukur kita akan jauh merasa lebih baik. Bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan, bersyukur atas apa yang ada di dalam diri kita, entah itu bakat, kemampuan, ataupun rupa kita. Percaya deh, kalau kalian lebih banyak bersyukur, kalian pasti akan merasa lebih percaya diri dan rasa insecure itu akan terkalahkan dengan rasa percaya diri kalian. Kenapa aku bisa bilang begitu? Karena aku sudah mengalaminya dan aku sudah melewati fase itu. Meski insecure itu merupakan hal yang tidak akan pernah punah, tapi bisa kok dikalahkan dengan rasa bersyukur kita :)
Masih banyak di luar sana manusia yang tidak seperti kita, bukan? Masih banyak di luar sana orang-orang yang berkebutuhan khusus, tapi mereka jauh lebih bersyukur dibandingkan kita, manusia-manusia yang bisa dikatakan lebih sempurna.
Melihat mereka yang lebih sempurna dari kita memang tidak akan pernah ada ujungnya. Karena pada dasarnya, kita manusia itu tidak akan pernah merasa puas. Nafsu itu hanya akan menghantui diri kita agar kita haus akan kesempurnaan. Coba kalian ingat-ingat, kalian pernah nggak sih merasa kalian tuh selalu aja ingin apa yang orang miliki? Setelah kita memilikinya, ya udah? Itu hanyalah nafsu kita yang hanya ingin merasa puas. Setelah puas akan hal itu, ya selesai. Jujur, aku juga pernah merasakan hal yang sama, makanya aku bisa mengatakan ini. Mulai sekarang, aku akan terus berusaha untuk melawan rasa haus itu. Karena sebenarnya, manusia diciptakan Tuhan sudah memiliki porsinya masing-masing. Porsi bakat, porsi kemampuan, porsi kebaikan, porsi cantik/gantengnya masing-masing.
Jadi, mulai sekarang stop ya untuk merasa insecure, stop untuk menilai orang lain cantik atau jelek, stop menilai orang hanya dari penampilannya, stop untuk tidak merasa percaya diri, stop untuk bilang dia baik sedang aku tidak, stop bilang dia cantik sedang aku tidak, stop bilang dia pintar sedang aku tidak, stop juga untuk merasa ingin akan semua hal yang ada di dunia ini (karena semua yang ada di dunia ini hanya bersifat sementara).
Mulai sekarang, be yourself aja ya teman-teman!💓
-----*-----
Salam hangat,
Elisabeth Cionia.
Hai, terima kasih ya sudah menulis tentang ini, jadi diingatkan lagi tentang bersyukur. Tulisan kamu bagus dan indah, you're doing great�� Semangat terus menulisnya ^^
BalasHapusHai, orang baik. Terima kasih ya sudah baca blogku. Terima kasih juga sudah comment, yang secara tidak langsung menyemangati aku. Puji Tuhan banget bisa memotivasi kamu dengan kalimat-kalimat singkatku ini. Semoga bisa memotivasi kamu selalu ya. Tungguin selalu #bagikisah dari aku <3
Hapus